“Mandi saja dek, tadi di kantor aku sudah makan”,Aku terpaksa berbohong, meski sebenarnya aku belum makan, pemandangan lusuh yang ada di mataku telah merusak selera makanku.Sementara di kantor, rekan-rekan wanitaku tampilannya modis dan wangi namun di rumah wanita yang menyambutku berbeda bagai langit dan bumi. Bokep Kecantikan wajah keduanya mewarisi wajah Yuni, istriku. Istriku ternyata begitu berat pekerjaanmu di rumah selama ini. Masakan istriku yang masih hangat terasa begitu nikmat di lidahku. Kukecup keningnya, selanjutnya aku beranjak menuju kamar Zahra dan Nadia. Tidak seperti Yuni yang lusuh dan bau minyak.




















