Niken pun menyetujui permintaanku dengan syarat harus mau menunggunya pulang kerja yaitu sekitar pukul 7 malam. Aku pun mendekatinya dan memeluk Niken dari belakang. Bokep Mom Anehnya tidak ada banyak perlawanan dari Niken, hanya rintihan dan desahan yang justru membuat aku semakin bernafsu. Aku menyanggupi permintaannya dan berjanji akan menjemputnya di tempat kerjanya begitu ia selesai kerja. Daripada pegal berdiri terus…” Ujarnya sambil memberikan bangku.“Eh, gak usah mbak, Tidak apa apa kok. Niken hanya tersenyum sambil meraih batang kemaluanku dan mengocoknya pelan. Sebelum pulang, aku meminta kartu namanya. Aku semakin percepat genjotanku sampai…
“Aaaaargggg!!” dan crot crottt keluarlah semua sperma yang sudah tertahan lama di kantung kemihku. Meski baru bertemu dan belum lama kenal, tapi aku sudah nyambung untuk ngobrol banyak dengan Niken.




















