Semakin basah dan licin, kedua kaki Sava melingkari leherku lalu menekan kepalaku untuk lebih dalam lagi melumati vaginanya.“Hhhmmm,” aku sedikit kesusahan dalam bernafas.“Qora, aku juga mau begitu,” ditengah lenguhannya Sava berkata.“Mau apa ?”“Jangan pura-pura deh.”Sava melepaskan jeratan kakinya di leherku, lalu aku bangkit membuka celanaku beserta dalamannya. Bokep Hanya senyap dan pekat yang tersisa. Dia juga membawa satu set pakaian pria lalu memberikannya padaku, “pake aja punya kakakku !”“Iya,” aku menggigil, pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaian.Saat aku kembali ke ruang depan, sudah ada dua cangkir teh hangat dan biskuit di meja. AKU RELAAAAAAA !”“Baiklah.”Entah darimana datangnya suara yang menggema di otakku, suara yang berat dan juga dalam. Satu set kaos dan jeans berharga ratusan ribu yang tak mungkin dibelinya dalam kondisi normal.Why do stars fall




















