Sorry, sorry, I’ll stop now!”, kata-ku. Linkbokep Cepat-cepat Karen menutup-nya dengan tissue dan menuju ke kamar mandi. Kulihat sepiring bubur yang mulai mendingin, dan segelas air beserta obat flu & demam di atas lemari kecil di sebelah ranjang-ku. Aku merasa damai, dan tidak kesepian. “Bagaimana, Karen? Setelah selesai makan malam, Karen memberiku obat lagi. “Secara pribadi menurut-ku Karen cantik dan manis. Mana ada kaum lelaki yang menolak kalo ditaksir ama Karen, bener ngga?! Aku kembali mengintip Karen lagi untuk beberapa lama. Kami saling berpandang mata dan saling senyum. Kupandang wajah-nya sejenak, dan mata kami saling beradu. Dan juga meminta kepada-nya apabila dia tidak betah tinggal di sana, segeralah kembali ke Australia. Let us finish this for tonight!”, jawabku sambil mencium bibir-nya lagi.




















