Seminggu kemudian kami ketemu lagi, langsung saja saya bertanya bagaimana susuknya.Dia cuma tersenyum sambil berkata, “kamu kesana deh, cocok buat yang sudah lama tidak begitu”. Bokep Sedikit heran, tapi saya jawab. Ternyata dukunnya tidak jelek-jelek amat (seperti di film-film kurus dan tua), malah cenderung ganteng walau agak berumur.Waktu saya beri tahu maksud kedatanganku, dia bertanya-tanya banyak hal, seperti status saya, jadwal mens, dll. Di sini saya belajar bahwa panjang penis cowok tidak begitu berpengaruh terhadap kenikmatan, tapi lebarnya yang berpengaruh.Pak dukun ngocok-ngocok penisnya sambil komat-kamit membaca mantra. Lalu pak dukun pindah di kakiku.Rokku dibuka, celana dalam juga. Terus dia pesan saya jangan takut hamil, karena sudah dihitung baik-baik harinya. Dia sendiri sepertinya enjoy juga (jelas, liang kewanitaanku termasuk rapat dan diantara pasien-pasiennya saya termasuk paling muda).




















