Khawatir ibu terbangun tiba-tiba, kini aku hanya memijat-mijat pelan pinggangnya…terus ke bawah hingga tumpukan daging kenyal pantatnya yang membusung itu.Mula-mula tanganku gemetar, namun menyadari ibu seolah-olah kian tenggelam di alam mimpi, aku makin memberanikan diri. Vidio Porno Masuk angin?, ia mengangguk lemah. Masuk angin?, ia mengangguk lemah. “ah…ibu kan sudah seperti ibu saya sendiri”, jawabku sambil terus melapi leher, pundak hingga dada atasnya. Aku hanya membalas dengan senyuman. “Saya panggilkan Teh Nining sebelah ya bu? Siang ini memang pikiranku tengah galau, mengenang peristiwa tadi malam dan pagi hari ini.Aku tinggal menumpang mertua di sebuah rumah sederhana di kampung perbatasan jakarta.




















