Tubuhku masih bergetar. Bokep Tapi, dia juga bersikap disiplin. Kemudian berteriak,
“Kenapa??!! Tiba-tiba, Erik menarik gaunku dengan sangat kasar sehingga menjadi robek. “Maria, kamu adalah milikku seorang.. pilihanku memang selalu tepat”, gumamnya. Erik masih menindihku dan mulai menciumi punggungku.“Hhhmm.. Aku mulai sedikit meronta sambil berteriak. Tanpa sadar, pipiku sudah dibasahi oleh air mata. Tersenyum Erik mengecup kepalaku sambil mengelusnya. Aku pun mengenakan gaun berwarna putih yang baru dibelikan Erik. Maria. Mungkin karena puber. Kamu itu perempuan apa??!! Saat itu, aku benar-benar sendirian. Kami bertiga sangat bahagia.Aku tidak ingat, bagaimana aku bisa sampai di panti asuhan itu. Aku pun menunggunya untuk pulang sambil bermain Play Station di kamarku. Tangannya meraba-raba dan meremas payudara wanita itu.“Ohh..Erik”Pelan-pelan, tangan Erik menyingkap rok wanita itu dan menari-nari di sekitar pinggul dan pahanya. Tubuhku masih bergetar. Aku pun berteriak lebih keras dari sebelumnya.“Ohh..Maria.”
Aku merasakan tangan Erik meremas pinggulku dengan kuat.




















