Ami.. Naya bukannya tidak tahu. Bokep Sub Indo Akhirnya kuputuskan untuk mengeluarkan uneg-unegku.“Mi.. Ami bangkit dari ranjang dan mengingatkanku.“Udah hampir setengah delapan malem tuh. Lagi gue perkosanya nggak kasar.”“Mana ada perkosa nggak kasar?” Ami tertawa lagi. Fita merintih-rintih keras saat proses penetrasi berlangsung. Dua wanita yang cantik yang wajahnya mirip sedang bertelanjang bulat di depanku. Wuih, nafsuku muncul. Naya mencium pipiku.“Cupp..!”“Tidur yang nyenyak yaa..” katanya perlahan.Lalu ia kembali berbaring dan memejamkan matanya. Ternyata Ami menuju ke sebuah apartemen di Jakarta Barat. gue.. Mana tahan?“Kok diem, Van?” pertanyaan Ami membuyarkan lamunanku.“Nggak kok..”“Loe lagi punya masalah ya?”“Nggaak..”“Jujur aja deh..” Ami mendesak.Kulirik Ami. Seingatku, Ami tidak punya adik. Cepat-cepat kukenakan pakaianku, tanpa mandi terlebih dahulu. Lalu ia duduk dan menatapku.




















