Aku ga peduli cewek kamu.” Jawabku sedikit ketus.“Ya udah. Hehehehe…” Jawabnya sambil senyum-senyum.“Kamu kenapa sih Be? Linkbokep tapi selalu meleset. Kenapa nggak aku terima saja ajakannya.Akhirnya entah dari mana awalnya, aku dan Damar sudah berciuman. Jangan dihentakin gitu, rasanya kena ke ulu hatiku. Aku kangen semuanya dari kamu. Dia mau ambil jaketnya yang tertinggal.” Jawabnya.“Gak liat aku kan?”“Enggak.”Tanpa menunggu lama lagi, aku nungging dengan sedikit berdiri karena bertumpu pada bak air yang tinggi sedadaku. Kenapa nggak aku terima saja ajakannya.Akhirnya entah dari mana awalnya, aku dan Damar sudah berciuman. Aku buka kamar mandi dan langsung jongkok menenangkan hati.Tak lama kemudian Damar masuk kekamar mandi.“Siapa Mar?” Tanyaku.“Omi. Telpon teman sana sini, tapi semua pada sibuk. Kadang ingin pergi dari mereka semua.











