Mondar-mandir di dalam kamar mandi, kemudian keluar dengan hati kecewa.Beberapa saat kemudian ibu tiriku muncul dalam daster biru mudanya. Bokep tanyaku menawarkan jasa.Mama menengok ke belakang, tersenyum dan menyahut, Gak usah.Kerjaan gampang. Padahal aku tau dia belum menyelesaikan pekerjaannya.Mama malah duduk di sofa panjang. Sejauh itu aku dan Mbak Ning bisa merahasiakannya. Kalau pun ada yang mau berhubungan sex, bagaimana kalau hamil nanti? Karena biasanya ia jauh-jauh saja dariku. Aku bahkan harus berterimakasih, karena mama (demikian aku memanggil kepada ibu tiriku) memperlakukanku seperti kepada anaknya sendiri. Tidak ada bau yang tak sedap, bahkan wangi sabun masih tertinggal, karena belum lama ia habis mandi tadi.Seperti anak menemukan mainan, kubuka bibir kemaluan Mama, tampak merah bagian dalamnya.




















