“Nanti Anti byr deh biaya ojeknya…”, sambungnya.Pikir-pikir boleh juga, lagian kampusnya satu arah ke kios kami. Waktu tak terasa cepat berlalu, banyaknya langganan yang datang membuat aku tak sadar jam sudah menunjukkan pukul 22:45 di mana biasanya kami sudah tutup kios. Bokep Seperti percintaanku terdahulu, orang tua pacarky mulai tidak mengijinkan kami jalan berdua. Pulangnya dia juga meng-sms aku agar menjemputnya. Namun pagi harinya ternyata ranti membalas sms-ku,
‘Sorry mas, smlm plg kuliah, saya ngantuk n ketiduran, jd lupa singgah ke kios mas.’ Aku sedikit lega karena ranti ternyata tidak membohongiku, setidaknya dua puluh lima ribu masih bisa untuk mengganjal perut selama dua sampai tiga hari bagiku.Aku menunggunya di kios hingga siang, ranti kembali sms ‘Sorry mas, motor kena pakai adik, kalo mas perlu cepet, boleh gak ambilkan




















