Aku lumayan capek, tapi aku senang. ‘Senjata’nya sudah memasuki diriku seutuhnya dan sakit yang kurasakan itu sedikit aneh, ada kenikmatan di dalamnya. Bokep Cina Kami bertiga sangat bahagia.Aku tidak ingat, bagaimana aku bisa sampai di panti asuhan itu. Tomo bergeser ke sampingku. Tapi, tidak saat ini. Bosan dengan posisinya, Tomo membalikkan posisi tubuhku menjadi telungkup.“Erriik..!! Mukaku terasa panas. Tapi, tidak saat ini. Aku tidak mau bergerak juga, seolah-olah aku sengaja ingin ditemukan oleh Tomo. Di sana, banyak anak-anak yang sebaya denganku.Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. Saat itu, aku benar-benar sendirian. Celana dalamku juga akan dilepasnya.“Erriik!! Artis ya?”“Mungkin ya..”, kata Bunda Risa sambil tertawa kecil.“Karena dia adalah putra tunggal dari pemilik yayasan ini..”Tak kusangka, pertemuanku dengan Tomo Torian bisa mengubah hidupku, seluruhnya.




















