Elvita hanya tersenyum, “mau lagi?” tawarnya, akupun mengangguk. Bokep bareng aja yuk…kayaknya mau hujan besar nih” selalu saja aku cari kesempatan. Yang penting aku pengen sekali bisa memerawani wanita berjilbab lebar ini. Luas tanahnya masih sangat luas belum termaksimalkan. Tapi…sepintas aku ingat Elvita lagi dan akupun menghentikan aktifitasku. Tinggiku 180 cm karena hobiku juga main basket, kulit putih , dan wajah yang bikin cewek pada ngiler. Suapan kedua ini jarinya lebih lama berada di dalam mulutku. Sekeluar dari ruang bersalin “Terima kasih ya kak…jarang ada kesempatan begitu…”. akhirnya aku di bantu Mery lagi “Kamu tau nomor telepon atau kos Elvita Mer…”“Tidak dok…kita beda kos…kenapa gitu?”“mhh..atau dokter…hihihi…suka sama dia ya” sahutnya sambil tersenyum“tidak…cuma dia itu cekatan dan pintar…makanya saya suka sekali kalau diasisteni dia…lagian juga dia ngga akan




















