Aku diberi sebuah kamar, lengkap dengan tempat tidur, lemari pakaian dan meja serta satu kursi. “Kerja apa, Nyonya..?” tanyaku langsung semangat. Bokep Mama Makanya Nyonya jadi kesengsem begitu melihat penampilanku, setelah tiga bulan lamanya bekerja jadi sopir dan pengawal pribadinya.Aku bisa berkata begitu karena bukan cuma jadi sopir dan pengawal saja. “Kalau kurang, nanti saya tambah”, katanya lagi.“Terima kasih Nyonya. Dan kalau sudah begitu, menjelang pagi aku baru keluar dari sana dengan tubuh letih. “Nyonya”. Bahkan jari-jari kukunya yang tajam dan runcing mulai mengkoyak kulit punggungku. Kebetulan aku perlu pembantu laki-laki. Entah bagaimana cara mereka mencari uang, hingga bisa kaya raya seperti ini.Tapi memang nasib, rejeki, maut dan jodoh berada di tangan Tuhan. Tapi aku perlu yang bisa setir mobil. Tapi aku tersenyum dan menggelengkan kepala.




















