isep putingnya.. Bokeb kayak tadi..” pinta raffa tanpa rasa bersalah seraya mendekati kembali ummi Annida.“raffa jangan kurang ajar begitu sama ummi.., ” katanya seraya mundur menjauhi anak itu. Setelah matanya terbuka, ia baru sadar bahwa ternyata ia tidak sedang mimpi. Ini merupakan tahun ketiga ia bekerja di sana. Enak khan?”“Iya umi, enak sekali,” jawab raffa seraya memeluk ummi Annida.Tangannya mencolek nakal ke buah dada ummi Annida yang menggelantung persis di depan mukanya.Tangan ummi Annida kembali merayap ke arah batang raffa yang sudah lemas. Raffa merasakan bagian bawah perutnya berkedut-kedut. Dicoba-cobanya menusuk celah di antara bibir itu. Ia ingin memberikan yang terbaik anak ini. Terasa hangat dan sedikit basah. Penuh dengan kepuasan. . Entah kenapa tiba-tiba ia ingin mencium buah dada itu dan mengemot putingnya seperti ketika ia




















