“Beli ini, Pak, beli ini, Bu,” kata anak laki-laki itu. Kepalanya jatuh tepat di sisi trotoar. Bokep JAV Anak laki-laki yang berjualan itu malah tersenyum. Sedikit-sedikit oleng ke kiri, atau oleng ke kanan. Beberapa di antara mereka malah lebih menakutkan daripada hantu-hantu yang bergentayangan di rumah-rumah tua. Tiap kali dia berkata begitu, dia selalu menyertakannya dengan merendahkan bahu. Dingin kota ini makin terasa. Pernah suatu malam, aku melihat kejadian paling miris yang membuat aku sempat berdoa agar segera dicabut Tuhan. Polos sekali. “Terima kasih banyak, Pak. “Kamu tidak perlu melakukan itu.”
“Aku tidak ingin kamu sakit.”
“Aku sudah pakai jas hujan.”
“Itu tidak cukup.”
Lalu, sebuah mobil di seberang jalan membukakan pintu. Aku serius soal ini. Jika hujan, tidak ada yang lebih indah selain melihat orang-orang berpayung, melompati genangan air hingga terciprat




















