Aku ketagihan. Naluriku menyuruhku untuk
menekan punggungku ke dadanya. Bokep Aku tak berani
bertanya kepadanya. Jadi aku bisa bebas menyentuh dada dan kewanitaannya. “Siapa itu?”, Tak lama kemudian terdengar suaranya. Kak Tina
tak pernah lupa mengunci lemarinya. Aku
memanggilnya Kak Tina. “Tapi kan saya ingin tahu. Kubaca bagian depannya, aku memutuskan untuk tidak tertarik membacanya. Dia baik dan suka membantuku. Mata Kak Tina mendelik-delik,
nafasnya terengah-engah. Dapat kurasakan kehangatan yang dihantarkannya. Samar-samar, dari sinar lampu templok dapat
kulihat pangkal pahanya yang tertutup celana dalam putih. “Ya”
“Kalau begitu, duduklah di pangkuanku”
Aku
kaget, tapi tanpa berkomentar aku lalu duduk di atas pahanya. Rasanya nikmat, nikmat
sekali. Jantungku berdebar kencang. Aku yang masih bocah terus membacanya. Kami
terus membaca. Telah memakai kain sarung. Sampai satu hari
kudapati Kak Tina muntah-muntah di kamar mandi.




















